XL Media Gathering 2008, Berikan Tarif Murah dan Berkualitas

LOMBOK adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang dipisahkan oleh selat Lombok dari Bali sebelah barat dan selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa.

Bagi wisatawan, Lombok merupakan pulau Bali Kedua. Melihat kelebihan yang dimiliki Lombok, khususnya Lombok Barat, tidak heran jika daerah ini menjadi tujuan wisatawan lokal dan mancanegara.

Bahkan, XL pun menggelar Media Gathering 2008 bersama 50 lebih wartawan media cetak maupun elektronik. Selama tiga hari, berbagai kegiatan dan edukasi produk menjadi agenda XL di Lombok. Lantas, mengapa dipilih Lombok? Ternyata di pulau ini XL jawara dalam merebut pasar seluler yang dudukan XL secara nasional, XL diurutan ketiga setelah Telkomsel dan Indosat.

Bagi pelanggan XL, murah dan berkualitas adalah dua kata yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. XL tentunya tidak main-main dengan hal ini. Buktinya pada tahun lalu, XL sudah meraih 15,5 juta pelanggan dengan 11.157 BTS di seluruh Indonesia jauh dibandingkan 2006 cuma 9,5 juta pelanggan dengan 7.300 BTS. Artinya, XL dan tiga operator terbesar di negeri ini sudah menjangkau 90 persen pupulasi atau penduduk di Indonesia.

Kondisi tuntutan pasar yang semakin kompetitif agar tarif lebih murah serta berkualitas, menurut Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi, XL harus bisa mensiasatinya. “Nah, XL yang terkenal dengan tarif Rp 0,1/detik ini ke depannya berusaha meminimalkan harga juga memaksimalkan jangkauannya,” kata Hasnul.

Saat ini XL tidak lagi memfokuskan pada jangkauan, namun peningkatan kapasitas untuk perbaikan kualitas layanan dan jaringan serta menerapkan tarif yang kompetitif.

Sebelumnya, XL sudah menjadi pelopor dalam soal tarif dan layanan berkualitas. Terbukti sudah punya pasar seperti di Lombok, warga di sana tidak mencari pilihan lain.

Tarif yang sederhana dan tidak ribet, seperti ke sesama XL untuk Jempol cuma Rp 99, apalagi pada off feak maupun weekend hanya Rp 45 per menit. Sedangkan XL Bebas hanya Rp 0,1 per detik. Lantas, kualitas jaringan juga sudah tidak diragukan lagi. Meski diakui oleh Hasnul Suhaimi, ada beberapa daerah di luar Lombok tentunya yang masih satu dua kali tulalit, hal ini adalah biasa dan itu juga terjadi pada operator seluler lainnya. (ht/*)

diambil dari bpost

Tinggalkan Balasan