• Fuel Surcharge Masuk Komponen Harga
RUMPUT LAUT- ANTARA/YUSRAN UCCANG
RUMPUT LAUT- Dua nelayan mengangkat rumput laut hasil panen di Pantai Karang-karangan, Palopo, Sulsel, kemarin. Rumput laut selanjutnya dipasarkan ke Surabaya untuk diolah menjadi shampo dan agar-agar. ANTARA/YUSRAN UCCANG
BANJARMASIN, BPOST – Pemerintah sedang mengkaji menyatukan komponen-komponen biaya dalam penerbangan. Nantinya tidak ada lagi fuel surcharge, karena komponen itu masuk dalam harga tiket.
Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal mengatakan hal itu di Jakarta, Jumat (2/5). “Ada baiknya fuel surcharge masuk dalam komponen tarif. Nanti maskapai yang pemakaian BBM-nya lebih efisien, akan lebih murah menetapkan tarifnya,” kata Jusman.
Hal ini, kata Jusman, juga akan membuat maskapai lebih transparan, karena nantinya fuel surcharge sudah masuk dalam komponen tarif. “Selama ini kan ada maskapai yang boros, tapi tidak transparan,” kata Menhub.
Para penumpang biasanya setelah membeli tiket pesawat harus dikenakan biaya bahan bakar juga, sehingga harus membayar dua kali.
Mengenai usulan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Sipil Nasional Indonesia ( INACA) agar pemerintah menetapkan tarif batas atas, Menhub juga sedang mengkajinya.
Saat ini yang menjadi prioritas, katanya, adalah tarif batas bawah agar maskapai yang bersaing jangan sampai membanting harga hingga tidak mengindahkan faktor-faktor keselamatan.”Usulan INACA ini sedang kita kaji,” kata Menhub.
Seperti diberitakan Bpost sebelumnya, kenaikan harga minyak dunia belakangan ini membuat perusahan maskapai penerbangan menaikkan fuel surcharge yang otomatis mengerek harga tiket.
Beberapa maskapai penerbangan ada yang telah menaikkan fuel surcharge lebih dari sepekan lalu, ada juga yang baru melakukannya kemarin. Namun ada juga yang baru menaikkanya Mei nanti.
Lion Air menaikkan fuel surcharge sebesar Rp 25 ribu mulai 29 April. “Semua tiket dengan harga fuel surcharge lama kami setorkan hari ini (Senin 28/4). Kalau besok (kemarin), harga FS-nya sudah naik. Hari ini kami meng- issued tiket Lion dan Wings dengan FS yang baru sesuai dengan agent news yang berlaku,” kata Lina, pemilik Samudra Gemilang Angkasa, beberapa hari lalu.
Menurut Lina, tak hanya Lion dan Wings Air yang menaikkan fuel surcharge. Maskapai lainnya seperti Mandala, Sriwijaya dan Batavia juga telah menaikan fuel surcharge beberapa waktu lalu.
“Kenaikannya sekitar Rp 20 ribu – Rp 25 ribu. Jadi tarif tiket Lion Banjarmasin-
Surabaya yang semula Rp 324 ribu menjadi Rp 349 ribu sementara jurusan Banjarmasin-Jakarta yang semula Rp 434 ribu menjadi Rp 459 ribu,” terang Lina.
Distrik Manager Mandala di Banjarmasin, Angga Pradigda mengakui, kenaikan fuel surcharge Mandala telah dilakukan sejak 19 April sebesar 20 ribu. Sementara Batavia Air baru menaikkan fuel surcharge awal Mei 2008. “Kenaikan Fuel Surcharge hanya sekitar Rp 20 ribu dan kita mulai memberlakukannya pada tanggal 5 Mei 2008,” ujar Distrik Manager Batavia Banjarmasin, Dodi. (PersdaNetwork/ewa)
DIarsipkan di bawah: Bisnis Banjarmasin